pada tanggal
Bisnis
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Yang hendak saya bicarakan, yakni tentang sesuatu yang lebih penting dari sekadar minat sesorang dalam sebuah bisnis.
Dan ini hanya pendapat saya saja. hehehehe. Kalau Anda enggak sependapat, itu adalah hak Anda juga.
Iya, dalam dunia bisnis bahwa hal perlu disadari, segala seseuatu ternyata tak semudah dengan apa ucapan. Mengenai hal tersebut, nyakin, hal demikian bukan hanya menimpa diri saya saja.
Iya, sejujurnya bagi saya pribadi hal demikin sangat memberatkan jika harus melakukan aktivitas secara terus menurus tanpa pernah mengenal kata berhenti. Sudah layaknya sisifus yang tengah menjalankan kutukan.
Padahal saya tidak sedang membawa bongkahan batu ke puncak gunung. Tapi, namanya juga rutinitas yang terus mengulang membuat lelah juga.
Dan aktivitas saya cuma mencoba mencatat segala macam transaksi, tujuan tak lain dan tak bukan untuk mengetahui arus keuangan. Iya, arus keuangan, membagi keuangan menjadi beberapa pos sampai memisahkan uang pribadi dan perusahan.
Tak kalah penting adalah menghitung beban biaya, membuat perencanaan keuangan secara matang. Anggap saja itu sebagai bagian dari manjemen keuangan. Setalah kemarin bicara tentang manajemen produksi.
Melihat definisi manajemen keuangan, yakni suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.
Kelihatanya cukup mudah, tapi kenapa sampai detik ini keuangan bisnis saya, yakni jasa konveksi baju yang saya jalanin masih berantakan...
Jawabannya adalah malas...atau menyepelekan. Kata sepele, bisa jadi demikian.. Padahal menurut pakar bisnis, menyepelekan bisa berujung pada bencana. Ingat perahu bisa karam karena ada kebocoran meskipun kecil.
Begitulah anggapan para pakar bisnis dan sama halnya dengan obrolan.. Konsultasi sama teman, obrolan ngalor-ngidul, donwload aplikasi keungan.... yak hasilnya sama saja kalau gak pernah iklas menerima kutukan sisifus...
Karena ini juga, usaha yang saya tekuni sulit berkembang, bahkan mungkin mengarah pada kehancuran.
Perlu ada perbaikan dari segi mental, disiplin, dan belum lagi berjuang menahan godaan dari nongkrong atau belanja. Pada perkara ini, seorang teman pernah berkata, menunda kesenangan untuk mencapai sebuah tujuan.
Jadi boleh digarisbawahi, apa yang sulit? Jika pertanyaan demikian, masing -masing dari kita sudah puya jawabanya.
Do'ain saya yak, semoga saya bisa lebih disiplin. Hehehehe
Komentar
Posting Komentar