Semasa mengenakan seragam putih abu-abu, ada satu pelajaran membuat saya begitu malas mengikutinya. Setiap ada jadwal pelajaran tersebut, maka bawaan ingin bolos saja.
Entah apa faktornya, jelas mendengar kata debit dan kredit adalah sesuatu memusingkan. Belum lagi bicara penyusutan atau istilah lainya.
Mungkin karena bangku sekolah tak pernah mengajarkan kegunaan dari mata pelajaran, murid dipaksa menelan pelajaran tanpa mengetahui untuk apa?
Bisa jadi, kita tak akan pernah mengerti kegunaan sesuatu sampai tiba saatnya. Yups, saat ini, ketika saya menjalankan bisnis jasa konveksi baju.
Dan pada akhirnya, mau tidak mau istilah yang dibenci menjadi santapan, belum muncul istilah marjin, net, aset, liabilitas, dan hal lainya.
Beruntung ada embah google yang setidaknya dapat membantu setidaknya mengerti saat konsumen bicara tentang net. Hehehehe
Dan dalam rangka perbaikan, menjadi penting bagaimana pembukuan keuangan pribadi dan perusahan, bagaimana arus keuangan yang kerap kali menguap begitu saja, memang terkesan receh banget, tapi dari yang receh bisa membuat kelabakan. Seperti halnya, saat mengeluarkan receh yang pada akhirnya pendapatan habis.
Bagaimana caranya? Saat ngopi, seorang teman bicara seharusnya sio babi pinter dalam menyimpan uang. "Lo adalah sio babi tersesat, " ujarnya sambil tertawa.
Perlu strategi dalam mengatur keuangan, memang menyimpan uang di bank hal bagus, tapi kurang pilihan tepat.
Jangan salah, menabung ternyata banyak kelemahan. Salah satunya, nilai uang akan mengalami penyusutan nilai, jika dulu jajan siomay cukup dengan uang Rp 500,00 dan kono bebrapa kali lipat untuk jajan sisiomay dan gak usah mempertanyakan pendapatan.
Belum lagi jika uang tersebut di tabung apakah mengalami kerugian atau cukup menguntungkan...
Dalam menabung maka ada biaya administrasi yang membuat keuangan kita setiap bulannya bakal dipotong.
Jadi ingat apa yang belum lama ini saya cuitkan soal aset atau liabilitas. Bisa jadi apa yang dianggap aset sebenarnya liabilitas.. Begitu halnya dengan menabung.
Jadi? Mencari solusi di berbagai situs tentang finansial, rata-rata dianjurkan untuk mencoba di investasikan.
Investasi emas batangan, setidaknya pilihan tepat. Terdapat sejumlah alasan mengapa memilih emas.
Dari sekian banyak, emas sebagai invesatasi aman. Selain itu, investasi emas juga bisa dijadikan modal dalam pengembangan usaha jasa konveksi saya.
Setidaknya, emas dengan mudah dijadikan rupiah saat usaha saya butuh modal, bisa sistem gadai atau dijual cepat.
Emas juga bisa dijadikan dana darurat saat kondisi perusahan saya tidak terjun. Kurang lebih begitu ulasan di berbagai situs yang saya pahami.
Oh iya, harga emas juga terus mengalami kenaikan, makanya kamu tidak mengalami penurunan nilai. Tak kalah penting tanpa pajak, tak seperti tanah.
Baiklah saya akan mencobanya menginvestasikan pendapatan ke emas. Semoga akan menambah aset dan perlahan-lahan menuju bebas finansial.
Komentar
Posting Komentar