Beginilah cara menjadi orang kaya

Jangan Menyepelakan Hal ini, Jika Anda Ingin Berbisnis Konveksi

blog dede,-Satu kata tentang kopi, enggak pernah bosan. Mungkin ini disebut candu. Kopi setia menemaniku dalam segala macam suasana termasuk saat mencari ide untuk blog, hehehehe. 

Hampir sama dengan kondisi sebelumnya, saat ini kira-kira mau curhat apa lagi yak... Jika kemarin  mengulas tentang bisnis plan... 

Tunggu dulu, sepertinya ada yang masih menjadi bagian dengan bisnis plan atau mungkin kelanjutan, entahlah. Apa pun itu, pasti dipandang penting juga sebagai catatan dalam perjalanan bisnis jasa konveksi. 

Betul itu, kali ini mencoba mengulas perencanaan dari produksi. Dan bagi saya ini penting. Pasalnya, salah memprediksi sebauh produksi dampaknya lumayan buruk, termasuk produksi pesanan pembuatan baju. 

Karena berhubungan dengan bisnis yang sedang saya geluti, maka jangan kaget jika selalu saja berkaitan dengan jasa konveksi baju. 

Pentingnya manajemen sebuah produksi, setidaknya terhindar dari apa yang disebut molor deadline. Mengenai hal ini, bukan sekali atau dua kali saja bahkan cukup sering juga molor dari deadline. Kecewa.. Sebagai konsumen itu sudah pasti.. Dan jika sudah demikian siap-siap kena tegor... Hehehehehe. 

Perihal kena tegor masih lebih baik ketimbang harus bayar denda lantaran terkena pinalti. Jika sudah demikian, marjin berkurang atau bahkan rugi. 

Jika sudah demikian, jangan berharap konsumen bakal kembali order.... heheheh

Jadi dalam manajemen produksi penting. Nah, untuk teman-teman yang ingin belajar atau ingin membangun usaha jasa konveksi baju bisa kok menyimak.. Semoga bermanfaat dan terutama bagi saya. 

Saya membagi ke beberapa poin dalam menyikapi manajemen produksi atau perencanaan produksi... Tujuan sudah pasti terhindar dari hal yang tak diharapkan dan tak kalah penting pesanan sesesai tepat waktu. 

Dalam catatan yang saya simak di embah googel, manejemen sendiri mempunyai pengertian, Manajemen produksi adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian kegiatan fungsi produksi. Ini menggabungkan dan mengubah berbagai sumber daya yang digunakan dalam subsistem produksi organisasi menjadi produk bernilai tambah secara terkendali sesuai kebijakan organisasi

Pada pengertian tersebut, maka terdapat sejumalah poin-poin, bisa anda simak di bawah ini :

  • Merencanakan Pemilihan Jenis Produk serta Desain. ...
  • Pengelompokan Tim dan Tugasnya. ...
  • Menentukan Sistem Proses Produksi. ...
  • Menentukan Kapasitas Produksi. ...
  • Merencanakan Alur Produksi. ...
  • Mengontrol Produksi. ...
  • Mengontrol Kualitas Produk dan Pengeluaran. ...
  • Mengendalikan Persediaan Bahan Baku serta Hasil Produk

Tapi, dari semua poin tesrebut, saya sendiri akan meringkasnya menjadi tiga bagian saja. Dan ini beradasarkan dari pengalaman saya dalam menjalankan roda usaha jasa konveksi baju. Anda boleh banget menyimak...

Tiga catatan tersebut akan berjalan jika sudah mendapatkan orderan jasa pembuatan baju... 

1. Mengukur kemampuan SDM, dalam hal ini tukang jahit + tukang sablon jika pesanan ada hubungan dengan sablon manual.. 

Penting mengukur kemampuan tukang jahit. Sebab, ini sangat berkaitan dengan kapasitas produksi. 

Agar lebih enak, saya akan mengambil contoh seperti ini. 

Perusahan A ingin membuat kaos sablon sebanyak 300 pcs. Ada pun kain dipakai adalah cotton combed 24s. Perusahaan tersebut memberikan tempo alias deadline satu minggu setelah DP. 

Setelah itu, saya akan mengawalinya dengan mensunan produksi, belanja bahan, potong bahan, sablon dan jahit... Mudah bukan... Hehehe

Ingat, sebagai pemilik perusahaan pastinya harus bisa berhitung apakah benar-benar sanggup mengerjakan pesanan tersebut sesuai dengan deadline yang diminta. 

Setidaknya mulai dengan kemampuan tukang jahit. Anggap saja, satu tukang jahit sanggup mengerjakan jahitan kaos dalam sehari sebanyak 80 pcs.. 

Dan saat ini kebetulan ada dua tukang jahit.. 2 x 80 pcs, jadi sehari kaos jadi sebanyak 160 pcs, maka dibutuhkan waktu untuk menjahit dua hari. 

Oh iya, proses jahit baru bisa dilakukan setelah kain melalui proses potong. Untuk proses potong untuk 300 pcs bisa dilakukan dalam waktu sehari... 

Hitungan sehari belanja kain, proses potong lalu jahit. Jika dihitung waktu sudah makan waktu 4 hari untuk pembuatan kaos. 

Untuk proses sablon sendiri bisa di selingi dengan waktu jahit.. Saat proses jahit maka sebagian kain bisa di sablon terlebih dulu. 

2. Analisa resiko

Analisa resiko sebagai antisipasi problem. Ingat selalu ada resiko kadang di luar dugaan... Dari tiba-tiba ada pemadam listrik atau tiba-tiba mesin jahit rusak.... Kalau benar demikian. 

Kendala lainya, bisa jadi kain yang dibutuhkan sedang kosong alias stok bahan di toko kain sedang kosong... 

3. Kontrol Produksi 

Poin ini tak bisa dibandang sebelah mata. Jangan sampai barang yang kita berikan kepada konsumen ternyata barang yang cacat atau ternyata tak sesuai dengan permintaan. Percaya dah, kalau kamu mesti revisi barang efek sangat buruk, kamu tak hanya rugi dalam persoalan waktu, tapi juga akan menambah biaya, bisa jadi kamu harus kembali membeli kain baru. 

Karena itu, penting untuk kamu mengamati setiap momen dalam hal produksi pesanan. 

Nah, kurang lebih begitu dah tiga poin penting dalam hal manajemen produksi... Produksi lancar akan memberikan kepuasan tersendiri untuk kamu dan jua konsumen. Kalau lancar, kamu boleh lah berharap perusahan tersebut akan kembali order.

Boleh diingat, dalam hal melayani jasa maka bukan bicara tentang keuntungan, tapi bicara juga tentang kepuasan konsumen.

Jadi cukup jelaskan, kalau sudah jelas.. Dipersilakan untuk menyimpulkan sendiri... Hehehehe

Komentar