Beginilah cara menjadi orang kaya

Tergoda Bisnis, Lupa pada Hal Utama

Godaan hidup bisa datang menghampiri, saat ia menghampiri akan nampa begitu menggoda apalagi saat waktu yang tepat. 

Hal tak jauh berbeda dalam bisnis. Melihat sesuatu terlihat nampak mudah dengan keuntungan jauh lebih menggiurkan, apalagi kala kondisi bisnis kita sedang ngerasa bisnis mengalami stagnan. 

Anu usaha A sekarang sudah membeli rumah. Sama si fulan sudah dapat membeli mobil. Sedangkan kita usaha jasa konveksi baju bertahun - tahun belum kebeli apa pun. 

Begitu cerita bisnis A yang begitu ramai diperbincangkan. Banyak orang sudah meramaikan khasan bisnis A. 

Ini yang pada akhirnya membuat kita tergoda, enaknya juga bikin usaha A. Kita bisa mempunyai bisnis sampai lebih dari satu, saat yang satu sepi maka ada ban serep sebagai gantinya. Coba ada 4 bisnis. 

Bisnis yang banyak, pernah ada teman yang berkecimpung dalam usaha konveksi juga, beberapa hari kemudian ingin menambah usaha anu. 

Menurut dia usaha konveksi lagi sepi, lumayan buat menambah pendapatan. Selang beberapa minggu kemudian, dia menceritakan ide bisnis barunya dan mengaku telah meninggalkan usaha rencana sebagai tambahan pendapat. 

Pada akhirnya, saya tak tau dia sedang bisnis apa. Menurut kabar, usaha konveksi telah ditutup selamanya. 

Saat ini, ia memutuskan ke kampung halaman. Segala aset yang dimilikinya telah lenyap, sudah banyak modal yang dikeluarkan sampai melibatkan pihak bank. 

Memang bisnis penuh dengan resiko, menjadi pembisnis tak ada zona aman, seperti halnya pegawai yang mendapat pendapatan setiap bulan. 

Terkadang saya sendiri merasa kesulitan menutupi segala macam biaya, oprasional, gaji karyawan, uang sewa tempat dan segala tetek bengek sampai merasakan tak mendapatkan uang sama sekali malah berutang guna menutupi biaya konveksi agar tetap berjalan. 

Kondisi demikian terkadang melahirkan ide untuk menyudahi saja, apalagi saat ada bisnis baru dirasa lebih menguntungkan. 

Belum lagi kebutuhan keluarga, kadang rasanya membuat stres tujuh keliling. 

Memang kata kunci disiplin dan fokus sangat mudah dipaparkan, pada kenyataan tak semudah kata. 

Jadi? Kebutuhan harus bisa dipenuhi karena hidup masih berjalan. Mencoba memotivasi diri, dalam berbisnis tak ada kata gagal yang ada berhenti sebelum sukses. 

Dan ternyata apa saya rasakan bukan hanya milik saya semata, sejumlah pengusaha sukses pernah mengalami hal yang serupa. 

Dari kisah mereka, mereka tetap mengejar kesuksesan bisnis utama. Pada bisnis utama, mereka mengaku dalam beberapa bulan lamanya tak mendapat pendapatan. Karena semuanya dialihkan untuk membayar karyawan dan bayar beban lainya. 

Cara mereka tempuh adalah, membuat bisnis sampingan. Ingat bisnis sampingan sebuah bisnis yang tak banyak mengorbankan waktu, energi dan pikiran tujuan dari bisnis sampingan mendapatkan pundi uang guna bertahan  hidup. 

Bahkan ada rela mengorbankan waktu untuk gojek. 

Sekali lagi, ingat bisnis sampingan yang tentunya dari segi waktu tak banyak terkuras. 

Caranya ditempuh adalah membuat daftar kebutuhan harian, bulanan dan tahunan. Dengan begitu, anda akan mencari solusi dari masalah kebutuhan alias pemasukan. 

Ingat pemasukan bulanan bukan habis untuk menutupi kebutuhan harian. Pemasukan bulan hanya untuk memenuhi kebutuhan  bulanan. 

Misalnya:

Kebutuhan harian makan + sangu anak di total 50 ribu. 

Mungkin solusinya gojek dengan target pendapatan 50 ribu. 

Kebutuhan bulanan, listrik, bayar uang sekolah, bayar kontrakan. Dengan  total 3 juta. 

Mungkin solusi bangun kerjasama dengan orang, jadi penulis konten, video konten atau lainya yang bisa kamu dapatkan dengan hitungan gaji 1 bulan sebesar 3 juta. 

Sedangkan pemasukan dari bisnis utama bisa kamu alihkan untuk pengembangan bisnis yang kamu tekuni, kalau saya usaha jasa konveksi baju. 

Jangan lupa buat jadwal aktivitas anda. 

Jam 7 gojek sampai jam 11 dan dilanjut 4 sore jika target 50 ribu belum ada di kantong. 

Jam 11 mengsi konten, privat atau lainya. Termasuk blogger. 

Sisa waktu dari 24 jam bisa kamu lakukan untuk bisnis utama, tentunya dikurangi tidur. 






Komentar