pada tanggal
Bisnis
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Satu hal, kalau kurang bisa ditambah atau kata lainya adalah diperbaikin... Semuanya tinggal disiplin menjalankan itu semuanya... Dan sejujurnya saya masih merasakan kesulitan dalam hal disiplin. Kadang harus mengadopsi disiplin budaya Jepang, yang katanya mempunyai tingkat disiplin tinggi.
Sebuah komitmen sama halnya dengan komitmen untuk menulis blok setiap hari. Pemaksaan, bisa jadi kata tersebut benar adanya...
Karena masih tahap untuk disiplin, lalu kali ini mau menulis apa yak, ternyata masih buntu... Sruput kopi dulu dengan demikian semoga dapat ide cemerlang... Hehehehe
Oh iya, saya bersama teman ingin membangun produksian baju. Rencana sih mau produksi baju bayi, baju anak dan baju ibu-ibu. Tapi, masih tahap rencana..
Entah apa yang membuat belum juga rencana tersebut belum terliasasi.. Kalau plan sepertinya sudah mantap, menyusun anggaran produksi, branding, media penjualan, sampai resiko..
Memang dalam menjalankan bisnis butuh persiapan yang matang, tapi jangan matang-matang takutnya keburu busuk.. Kami menyadari hal demikian.. rencana tanpa ekseskusi hanya omong kosong, eksekusi tanpa rencana bisa hancur juga.
Kembali pada rencana saya dan teman yang ingin berjualan baju, untuk tempat produksi sudah diputuskan bakal produksi dimana, produksi bisa di tempat usaha saya, jasa konveksi baju.. Dan enggak semudah yang dikira juga, mungkin karena nantinya saya berdiri di dua kaki jadi agak dilema..
Yah, pada awal pembahasan saya bersama teman saya, kami membahas mengenai pentingnya profesionalisme dalam menjalan semuanya. Profesional dalam menjalankan usaha meskipun produksi di tempat saya..
Yups, sebagaimana yang sudah saya informasikan bahwa saya mempunyai bisnis jasa konveksi baju dan sablon manual. Sedangkan teman saya mempunyai usaha jasa pembersih dan perawatan gedung.
Kenapa profesional itu penting? Saya dan teman saya sama-sama menjalankan usaha dan sama-sama mempunyai pengalaman kurang mengenakan meskipun bukan satu atap.
Pengalaman tesebut yang kadang menjadikan keraguan. Mungkin hal yang ini yang menjadi masalah kenapa saya dan teman belum juga mengeksekusi rencana kami.
Soal pengalaman tersebut, cerita kurang lebih begini.... Sebelum saya memutuskan membangun jasa konveksi baju dan sablon manual, saya pernah join sama teman tongkrongan waktu kuliah dan ujung dari usaha tersebut pada perpecahan.
Hal demikian juga menimpa pada teman saya, teman saya pernah menjalankan usaha tentang jasa percetakan dan dia join dengan teman yang secara kebulan saya mengenalnya. Karena kami masih dalam lingkup satu kampus.
Dan apa yang menimpa saya pada usaha kami rintis ternyata juga mengalami hal sama pada teman saya dengan bisnis percetakannya. Intinya usaha saya bersama teman pecah begitu juga dengan teman saya saat ini mau join bisnis, usaha percetakan tinggal kenangan saja.
Apa yang membuat perpecaha, selidik punya selidik sudah layaknya detektif,.. kami kami mengap sederhan apa yang dinamakan job des..pembagian kerja yang berantakan membuat tingkat kecemburan.
Mungkin karena join modal jadinya muncul sikap bos, sikap yang enggak untuk disuruh maupun menjalankan tanggungjawab. Kadang kala, terjadinya lempar-melempar tanggungjawab. Kadang benar juga dikatakan sesorang kenalan, teman nongkrong belum tentu cocok untuk bisnis.
Pengalaman saya dan pengalaman teman dengan bisni berbeda menjadi pembahasan yang cukup serius, apalagi saat ini masing-masing di antara kita mempunyai usaha. Saya dengan jasa konveksi baju dan teman saya dengan jasa pembersih dan perawatan gedung.
Sudah pasti, pikiran, energi, waktu bakal terpecah jika rencana kami untuk berjualan baju benar-benar dilakukan. Dan semoga saja, saya tidak sedang mengalami trauma dalam menjalankan join bisnis. Semoga demikian.
Kami menyadari dalam hal join bisnis, Pastinya penuh dengan resiko. Saat kami memutuskan untuk terlibat akan bekerja sama sesuai dengan tugas dan kewenangan yang tertuang dalam perjanjian.
Hasil kesepakatan yang kami bangun ada beberapa poin:
Masing-masing di antara kami pada akhirnya membuat kesepakatan. Sebuah kesepakatanya jika terjadi sesuatu yang tak dikehendaki, maka kami akan merujuk pada kesepakatan tersebut.
Kami membuat kesepakatan perihal peran dan tanggungjawab termasuk pembagian hasil dengan modal yang telah disepakati. Jadi di antara kami mempunyai setara.. apakah ini enggak jadi masalah, bisa jadi akan menjadi masalah dan berujung pada hubungan perteman yang bisa hancur...
Apa pun itu masalanya, semoga saja kami bisa menyelesaikannya....dan suasana bisnis agar tetap nyaman, kondusif, serta mengutamakan penyelesaian dengan prinsip win win solution.
Mengingat masing-masing dari kami mempunyai pengalaman kurang mengenakan saat menjalankan join bisnis.
Komentar
Posting Komentar