Beginilah cara menjadi orang kaya

Solusi Agar Bisnis Tidak Hancur Lebur: Pengawasan Dalam Manajemen

pengawasan dalam manajemen
blog dede, Dan setelah kemarin curhat, sepertinya kali ini juga masih berkisah tentang keluh - kesah alias curhat. 

Apa yang saya rasakan mungkin  juga turut dirasakan teman - teman. Bagaimana saya merasakan waktu terbuang sia - sia, waktu yang seharusnya dihiasi dengan hal - hal produktif. 

Imbasnya, apa yang sudah direncanakan pada akhirnya sekadar rencana, kenyataan nol besar.

Baiklah, lupakan semua itu. Kali ini saya ingin mencoba mengakaji tentang peranan saya dalam bisnis jasa konveksi baju. Sambil perlahan memperbaiki waktu yang saya anggap sama sekali tak produktif. Semangat

Saya akan mengawalinya dari memperkenalkan diri saya sendiri,  maaf bukan bermaksud untuk sombong. Saya mempunyai bisnis jasa konveksi baju, konveksi saya sudah memproduksi berbagai macam model baju dari kaos, kemeja, rompi, jaket, polo shirt, dan beraneka macam model baju wanita.

Dalam bisnis jasa konveksi baju, saya melibatkan tukang jahit, tukang pola sekaligus menjadi tukang potong, ada juga tukang sablon, tukang design. Semua yang terlibat merupakan orang - orang telah berpengalaman dalam bidangnya. 

Karena hal demikian, saya sendiri seakan tak mempunyai peranan. Saya cuma melayani orang datang, balas chat, kadang lebih banyak main game.

Dan berharap bisnis jasa konveksi baju berjalan baik - baik saja. Benar, bahwa apa yang telah diharapkan bahwa semuanya akan baik-baik saja, ternyata tak semulus begitu saja. Kadang masih ada saja yang kejadian tak sesuai dengan diharap. 

Misalnya, baju tak sesuai dengan jadwal yang dibuat, baju pesanan tak sesuai dengan permintaan. Imbasnya, bukan hanya konsumen komplain dengan rasa penuh kecewa, tapi juga pemasukan tersendat dan bahkan usaha yang saya tekuni mengalami kerugian dari segi rupiah dan juga waktu. 

Memandang hal demikian, ternyata banyak hal yang harus diperbaik terutama dalam segi manajemen pengawasan. Oh iya, sebelumnya juga pernah diulas soal manajemen produksi dan manajeman keuangan. 

Dari saya pelajari sejumlah artikel di situs bisnis dan hasil curhatan dengan beberapa teman, tak kalah penting adalah manajemen pengawasan. Adanya manajemen pengawasan ini, tujuan tak lain dan tak bukan agar pelaksanaan operasi produksi agar lebih efisien dan lancar dengan biaya yang minimal pada tingkat hasil sesuai permintaan. Diharapkan secara praktis pelaksanaan aktivitas produksi yang tepat ini akan memberikan jaminan adanya penyerahan produk pada konsumen dengan tepat

Saat ini, menjadi pertanyaan adalah langkah apa saja yang harus dilakukan dalam melakukan manajemen pengawasan tersebut. Dalam artikel yang saya kutip dari www.dokterbisnis.net , ada 3 langkah yang harus dilakukan dalam pengawasan manajemen berorientasi pada bisnis.

Dan untuk memudahkan saya memami langkah-langkah dalam pengawasan, saya mencoba dari melihat tabel di bawah ini 



Dan untuk lebih memahami, baiklah saya akan mencoba menyusun dari beberapa artikel di blog hasil saya berselancar di dunia maya. Ada pun langkah tersebut  meliputi,

1. Langkah pengawasan dalam manajemen : menciptakan standar 

Saya yakin teman - teman sudah paham apa itu standar, apalagi bagi teman-teman yang sudah bergelut dalam dunia bisnis sudah memahaminya.

Namun, tak ada juga saya sedikit berbicara tentang standar? Sesuatu untuk mengukur hasil dari sebuah pekerjaan. Hasil diukur saat pekerjaan dalam situasi normal bukan obnarmal.

Standar dapat diukur dalam beberapa katagori, hal ini bakal sangat berdampak pada hasil yang diharapkan. Ada pun katagori tersebut meliputi

1. Standar Fisik meliputi  Jumlah produksi dan  kwalitas produksi, bagaiamana kualitas produk yang dihasilkan apakah telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. 

2. Standar moneter, meliputi biaya tenaga kerja,  biaya penjualan, laba, pendapatan penjualan 

3. Standar waktu, yakni batas waktu selesai sebuah pekerjaan, deadline tepat waktu. 

4. Standar intangible, yakni tentang sikap pekerja terhadap perusahaan dan juga kesetiaan pekerja terhadap pekerjaan

2. Langkah Pengawasan Dalam Manajemen : Membandingkan Kegiatan Dengan Standar. 

Langkah berikutnya dalam manajemen pengawasan adalah membandingkan dengan standar. Langkah ini bisa dijadikan 'sensor' untuk mengetahui apakah ada gejala penyimpangan dalam sangat mungkin terjadi. 

Pengawasan ini bisa dilakukan setiap hari, minggu bahkan bulan.

Misalnya, jumlah produksi dan hasil produksi tak sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.  Dan khusus untuk saya, adalah jumlah produksi pesanan baju dalam hitungan hari dan hasil jahitan berantakan alias kurang rapi.

3. Langkah Pengawasan dalam manajemen : Melakukan Tindakan Koreksi

Sebuah langkah yang bertujuan untuk memperbaiki segala macam, apalagi telah ditemukan penyimpangan dalam perusahan yang dibangun. Dengan begitu keputusan dapat diambil secara bijaksana. 

Dalam mengambil tindak untuk mengoreksi 

a. mencermati dan memahami masalah yang dihadapi

b. mencari kemungkinan - kemungkinan adanya penyimpangan. 

c. mengadakan penilaian terhadap berbagai kemungkinan penyimangan tersebut. 

d. Menentukan cara paling tepat untuk mengkoreksi segala bentuk penyimpangan. Maka diharap dapat teratasi  atau memperbaki penyimpangan.



Wah artikel sangat bermanfaat, termasih untuk para blogger yang telah berbagai pengetahuan ini. Dan manajemen pengawasan ini sangat bermanfaat untuk bisnis yang sendang saya jalani. Bisnis jasa konveksi baju. 

Yups, saya akan menerapkan dengan tiga langkah tersebut, 


Komentar